Tidak tau berapa jam yang kumiliki buatnya, tapi ku harap itu cukup (iya kah cukup? ku kira semua omongan mu tu bualan!), tak tersirat sedikit pun akan kesalahnku seblumny sehinga kulakukan pemberian suatu cerita dengan di aluni lagu-lagu intstrument.
Cerita di mulai seiring dengan di putarnya lagu-lagu tersebut, menurutku terasa konyol seperti orang bodoh yang bercerita tanpa tau perasaanny (jngan munaf lah kmu jga tersirat dalam alunan cerita dan lgu toh? "iya iya --"). ku tau perasaannya terhadapku tu udah pudar, tapi ku coba.
Awalnya ku coba dengan menyuruhnya mendengarkan sebuah lagu-lagu instrumental tradisional modern. ku kira dia ga baklan menggubris sseperti kebanyakan orang yang berkata, "lagu apaan?", "ga ngerti lagu apaan", tapi dia wow, ternyata suka, ku tau dia berjiwa seni (iya seni tau ku juga tapi kmu selalu menyembunyikan ucapan tu, ucapan yang berempati akan kehidupannya dengan seni, ngerti? :p).
Setelah ku putar beberapa lagu buatny, ku coba mulai membuat kenangan, ku coba membawa orang-orang yang ia syang satu orang, trus dua, trus tiga, blum cukup kah? ku ajak beribu-ribu orang yang ia sayang. semuanya ada disana di dalam alunan musik dan cerita.
| lihat pada datang kan? ^_^ |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar